Friday, September 13, 2013

Statistik Pendidikan

1.    Pengertian Statistik
Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisa, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka (Ir. M. Iqbal Hasan,. M.M)

2.    Pengertian Statistika
Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.

3.    Pengertian Statistika Pendidikan
Statistika pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan, dalam rangka mengumpulkan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berujud angka.

4.    Pengertian Data Statistik
Data statistik adalah kumpulan keterangan atau fakta yang menjelaskan mengenai suatu persoalan.

5.    Contoh Macam-macam Data
Berdasarkan sifatnya:
  • Data kualitatif, yaitu data yang berupa kategori. Contoh: rusak, baik, senang, puas, berhasil, gagal dan sebagainya.
  • Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk bilangan atau angka. Contoh: 1 m, 2 m, 3 meja, 1 kursi dan sebagainya.
Berdasarkan bentuk data kuantitatif:
  • Data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari hasil perhitungan. Contoh: Banyaknya perserta kuliah hari ini, Banyak pengunjung pada sebuah Plaza, Penghuni rumah no. 12, dan sebagainya.
  • Data kontinu, yaitu data yang diperoleh dari hasil pengukuran. Contoh: Jarak tempuh dari rumah ke kampus (km), Hasil Panen Petani A (ton), Prestasi belajar mahasiswa B (IPK), Keterampilan pegawai C (menit).
Berdasarkan Skala Pengukuran:
  • Nominal. Skala nominal merupakan skala data yang sangat sederhana, dimana angka yang dicantumkan hanya untuk mengklasifikasikan. Variable (data yang dapat berubah-rubah nilainya) yang datanya merupakan bersekala nominal disebut variabel nominal.
  • Ordinal. Data ordinal adalah data yang diperoleh dengan kategorisasi, dimana angka-angka yang dicantumkan merupakan pembeda juga menunjukan adanya urutan tingkatan yang berdasarkan criteria tertentu.
Ciri-ciri data berskala nominal, yaitu:
  1. Angka yang dicantumkan digunakan sebagai tanda pembeda saja dari data yang posisinya stara
  2. Tidak berlaku operasi matematik, seperti: >,Data jenis kelamin: pria di beri tanda 1, perempuan diberi tanda 2; Data mata pencaharian: buruh diberi tanda 1, pegawai negeri diberi tanda 2, pengusaha diberi tanda 3; Kode pos: kecamatan A diberi tanda 45391, kecamatan B diberi tanda 45392 dan kecamatan C diberi tanda 45393. Dari contoh tersebut kita tidak bisa menyatakan bahwa pria lebih rendah dari perempuan dan begitu pula sebaliknya. Dengan tanda pria =1 tidak berlaku perhitungan +,- atau /. Misal pria (1) + pria (1) tidak mungkin menghasil 2 adalah perempuan. Penjelasan yang sama untuk contoh kode pos, missal kode pos 45391 dan 45396 itu hanya membedakan tempat saja.


Ciri-ciri skala ordinal, yaitu :
  1. Angka yang dicantumkan digunakan sebagai tanda pembeda serta menyatakan tingkatan data saja.
  2. Tidak berlaku opersi matematik (X, -, /, + dan ^). Contoh: Data tentang tingkat pendidikan: lulusan SD diberi tanda 1, lulusan SMP diberi tanda 2, lulusan SMU diberi tanda 3, lulusan D-1 diberi tanda 4, lulusan D-2 diberi tanda 5, lulusan S-0 diberi tanda 6, lulusan S-1 diberi tanda 7. Dari contoh tersebut kita hanya dapat menyatakan bahwa tingat pendikan seseorang lebih rendah atau tinggi saja. Tidak berlaku bahwa seseorang lulusan SMP yang mempunyai ijazah SD = 1 dan ijazah SMP =2 menjadi seseorang lulusan SMU yang diberi tanda 3.
  • Interval. Data skala interval adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran yang tidak mempunyai nilai nol mutlak. Contoh: Suhu 0C - 100C atau 32F - 212F
  • Rasio. Data skala rasio adalah data yang diperoleh dari hasil perhitungan yang mempunyai nilai nol mutlak. Contoh: Misalnya jumlah buku adalah 5 jika ada 5 buku, maka dinyatakan nilainya 5 dan jika tidak ada buku ,maka nilainya dinyatakan 0.
Berdasarkan sumbernya:
  • Data Intern, yaitu data dalam lingkungan sendiri. Contohnya: data pribadi, spesifikasi produk, beban biaya produksi, kualitas produk dan sebagainya.
  • Data Ekstern, yaitu data yang diperoleh dari pihak atau sumber lain, sehingga berdasarkan sumbernya, data ekstern terbagi menjadi dua bagian lagi, yaitu:
  • Data Ekstern Primer, yaitu data pihak lain yang langsung dikumpulkan oleh peneliti itu sendiri. Contoh: Peneliti mencatat kapasitas produksi produk c di pabrik A, peneliti mencatat kualitas produk di pabarik A, peneliti mencatat penghasilan bulanan pegawai Pabrik A, Peneliti mencatat prestasi akademik mahasiswa Jurusan A.
    • Data Ekstern Sekunder, yaitu data dari pihak lain yang dikumpulkan melalui sebuah perantara lagi, lengkapnya data ekstern sekunder adalah mengambil atau menggunakan, sebagian atau seluruh data dari sekumpulan data yang telah dicatat atau dilaporkan oleh badan atau orang lain. Contoh: Peneliti mencatat data kualitas produk C dari hasil laporan peneliti lainnya untuk diterapkan dalam contoh aplikasi metode barunya tersebut.
6.    Cara-cara Pengumpulan Data
Ada beberapa macam cara-cara pengumpulan data antara lain yaitu:
a.    Angket (Kuesionare)
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk menggali data sesuai dengan permasalahan penelitian. Menurut Masri Singarimbum, pada penelitian survai, penggunaan angket merupakan hal yang paling pokok untuk pengumpulan data di lapangan. Hasil kuesioner inilah yang akan diangkakan (kuantifikasi), disusun tabel-tabel dan dianalisa secara statistik untuk menarik kesimpulan penelitian.
Tujuan pokok pembuatan kuesioner adalah  (a) untuk memperoleh informasi yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian, dan (b) untuk memperoleh informasi dengan reliabel dan validitas yang tinggi. Hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menyusun kuesioner, pertanyaan-pertanyaan yang disusun harus sesuai dengan hipotesa dan tujuan penelitian.
Menurut Suharsimi Arikunto, sebelum kuesioner disusun memperhatikan prosedur sebagai berikut:
  • Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner.
  • Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.
  • Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-sub variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
  • Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus unit analisisnya.

Contoh Angket
  1. Angket Terbuka, yaitu angket dimana responden diberi kebebasan untuk menjawab
Contoh: Metode apa yang digunakan oleh Bapak/ibu  dalam pengajaran PAI dikelas?
a......................
b......................
c......................
d......................
  1.  Angket Tertutup, apabila jawaban pertanyaan sudah disediakan oleh peneliti.
Contoh: Apakah Bapak/Ibu senantiasa memeriksa hasil pekerjaan anak dikelas?
a.    Selau
b.    Sering
c.    Jarang sekali
  1. Angket semi terbuka, yaitu jawaban pertanyaan sudah diberikan oleh peneliti, tetapi diberi kesempatan untuk menjawab sesuai kemauan responden
Contoh: Apa metode yang Bapak?Ibu gunakan dalam pengajaran PAI
a.    Diskusi
b.    Ceramah
c.    ............

b. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Ditinjau dari sasaran atau obyek yang akan dievaluasi,  ada beberapa macam tes dan alat ukur yaitu:
  1. Tes kepribadian atau personality test, yaitu tes yang digunakan untuk mengungkap kepribadian seseorang, seperti self–concept, kreativitas, disiplin, kemampuan khusus, dan sebagainya.
  2. Tes bakat atau abtitude test, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat seseorang.
  3. Tes intelegensi atau intellegence test, yaitu tes yang digunakan untuk mengadakan estimasi atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang akan diukur intelegensinya.
  4. Tes sikap atau attitude test, yang sering disebut dengan istilah kala sikap, yaitu alat yang digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.
  5. Tes minat  atau measures test yaitu tes yang digunakan untuk menggali minat seseorang  terhadap sesuatu.
  6. Tes prestasi atau achievement test yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.

c. Wawancara
Wawancara merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses penelitian. Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, karena mampu menggali pemikiran atau pendapat secara detail. Oleh karena itu dalam pelaksanaan wawancara diperlukan ketrampilan dari seorang peneliti dalam berkomunikasi dengan responden. Seorang peneliti harus memiliki ketrampilan dalam mewawancarai, motivasi yang tinggi, dan rasa aman, artinya tidak ragu dan takut dalam menyampaikan wawancara. Seorang peneliti juga harus bersikap netral, sehingga responden tidak merasa ada tekanan psikis dalam memberikan jawaban kepada peneliti.
Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara, yaitu:
  1. Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Dalam hal ini perlu adanya kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan pedoman wawancara model ini sangat tergantung pada pewawancara.
  2. Pedoman pewawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai chek-list. Pewawancara hanya tinggal memberi tanda v (check).
Dalam pelaksanaan penelitian dilapangan, wawancara biasanya wawancara dilaksanakan dalam bentuk ”semi structured”. Dimana interviwer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam  dalam menggali keterangan lebih lanjut. Dengan model wawancara seperti ini, maka semua variabel yang ingin digali dalam penelitian akan dapat diperoleh secara lengkap dan mendalam.
Menurut Nasution, ada beberapa hal yang dapat ditanyakan dalam wawancara, antara lain: pengalaman, pendapat, perasaan, pengetahuan, pengeinderaan dan latar belakang pendidikan.
Dalam pelaksanaan wawancara, sering kita temukan dilapangan adanya perbedaan persepsi pandangan tentang hal-hal tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian, antara peneliti dengan orang yang diwawancarai. Berdasar hal tersebut, yang perlu diketahui bahwa dalam penelitian kualitatif naturalistik, ada dua istilah yaitu informasi emic dan etic. Informasi emic adalah informasi yang berkaitan dengan bagaimana pandangan responden terhadap dunia luar berdasar perspektifnya sendiri, sedangkan yang berdasar perspektif peneliti disebut informasietic.

d.  Dokumen
Data dalam penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human resources, melalui observasi dan wawancara. Sumber lain yang bukan dari manusia (non-human resources), diantaranya dokumen, foto dan bahan statistik. Dokumen terdiri bisa berupa buku harian, notula rapat, laporan berkala, jadwal kegiatan, peraturan pemerintah, anggaran dasar, rapor siswa, surat-surat resmi dan lain sebagainya.
Selain bentuk-bentuk dokumen tersebut diatas, bentuk lainnya adalah foto dan bahan statistik. Dengan menggunakan foto akan dapat mengungkap suatu situasi pada detik tertentu sehingga dapat memberikan informasi deskriptif yang berlaku saat itu. Foto dibuat dengan maksud tertentu, misalnya  untuk melukiskan kegembiraan atau kesedihan, kemeriahan, semangat dan situasi psikologis lainya. Foto juga dapat menggambarkan situasi sosial seperti kemiskinan daerah kumuh, adat istiadat, penderitaan dan berbagai fenomena sosial lainya.
Selain foto, bahan statistik  juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen yang mampu memberikan informasi kuantitatif, seperti jumlah guru, murid, tenaga administrasi dalam suatu lembaga atau organisasi. Data ini sangat membantu sekali bagi peneliti dalam menganalisa data, dengan dokumen-dokumen kuantitatif ini analisa data akan lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan penelitian.

e. Observasi
Agar observasi yang dilakukan oleh peneliti memperoleh hasil yang maksimal, maka perlu dilengkapi format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Dalam pelaksanaan observasi, peneliti bukan hanya sekedar mencatat, tetapi juga harus mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat.
Seorang peneliti harus melatih dirinya  untuk melakukan pengamatan. Banyak yang dapat kita amati di dunia sekitar kita dimanapun kita berada. Hasil pengamatan dari masing-masing individu akan berbeda, disinilah diperlukan sikap kepekaan calon peneliti tentang realitas diamati. Boleh jadi menurut orang lain realitas yang kita amati, tidak memiliki nilai dalam kegiatan penelitian, akan tetapi munurut kita hal tersebut adalah masalah yang perlu diteliti.
Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu observasi partisipasi dan non-partisipan. Observasi partisipasi dilakukan apabila peneliti ikut terlibat secara langsung, sehingga menjadi bagian dari kelompok yang diteliti. Sedangkan observasi non partisipan adalah  observasi yang dilakukan dimana peneliti tidak menyatu dengan yang diteliti, peneliti hanya sekedar sebagai pengamat.
Menurut Nasution, ada beberapa  hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi, antara lain:
  1. Harus diketahu dimana observasi dapat dilakukan, apakah hanya ditempat-tempat pada waktu tertentu atau terjadi diberbagai lokasi?
  2. Harus ditentukan siapa-siapa sajakah yang dapat diobservasi, sehingga benar-benar representatif?
  3. Harus diketahui dengan jelas data apa yang harus dikumpulkan sehingga relevan dengan tujuan penelitian.
  4. Harus diketahui bagaimana cara mengumpulkan data, terutama berkaitan dengan izin pelaksanaan penelitian.
  5. Harus diketahui tentang cara-cara bagaimana mencatat hasil observasi.

7.    Pengertian Populasi
Menurut Nazir (2005: 271) pengertian populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Kualitas atau ciri tersebut dinamakan variabel. Sebuah populasi dengan jumlah individu tertentu dinamakan populasi finit sedangkan, jika jumlah individu dalam kelompok tidak mempunyai jumlah yang tetap, ataupun jumlahnya tidak terhingga, disebut populasi infinit. Misalnya, jumlah petani dalam sebuah desa adalah populasi finit. Sebaliknya, jumlah pelemparan mata dadu yang terus-menerus merupakan populasi infinit. 

8.    Pengertian Sampel
Menurut Sugiyono Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
 9.    Pengetian Variabel
Hatch & Farhady (1981) Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.

Wednesday, September 4, 2013

Scientific Debate's Group of C Class

DAFTAR NAMA KELOMPOK KELAS 5C ENGLISH DEPARTMENT
NO. KELOMPOK 1 KELOMPOK 2 KELOMPOK 3 KELOMPOK 4 KELOMPOK 5
1 UTAMI INDAH P. ADEK SRIWAHYUNI ENDAYANA PUTRI REZI SELFAN DINDA NIRMALA
2 ROBI DIAN H. HARIS SETIAWAN TIKA AFRIANTINA SALVIA WIDYA TARINA W.
3 RIZKA RAMADANI DONI KURNIAWAN WIDYA OKTAVIANI SISKA MANALU NURUL FADILA
4 ADE FIRMANSYAH NURUL DEWANA GUNAWATI NURFADILAH H. OETARI INDAH M.
5 EDGAR MEGASARI IKA NURSOLEHA NURSANI SUWESTI
6 M. ILHAM D. FINI KUSUMA LUSI LESTARI RESTU RIKA H. ANISAH
7 SONI RAMADANI VERA T. JULI ANGRAINI FITRIA DWIANA Y. ROSMA
8 PUJA INDRI SILFY ARIYANTI ASRI SULISTIANI EKAWATI LAILA GUSTINA
9 ARLY ANDI P. DWI SITI RAHAYU SELVIA ANGELA PITRIALIS FITRIYANTI
10 M. HAFIS RISKA RAHMAWATI RISTIA HANDAYANI

Sunday, September 1, 2013

ISLAMIC UNIVERSITY OF RIAU
TEACHER TRAINING AND EDUCATION FACULTY


Syllabus English Language Acquisition
August 2013
Miranti Eka Putri., S.Pd., M.Ed

081268889810

Miranti_ekaputri@yahoo.com


ENGLISH LANGUAGE ACQUISITION


Course Synopsis
This course is to know how people learn a second language. Although the course is designed to be accessible to students from a wide variety of backgrounds, some knowledge of the linguistic structure of English will be assumed.

Course Objective
In this course students will:
  1. Gain an understanding of the nature of second language acquisition processes and how they affect student learning;
  2. Study the differences and similarities between first language development in children and second language acquisition by children and older learners;
  3. Relate second language acquisition processes to general learning theories;
  4. Identify cognitive variations in second language acquisition, including learning styles and learning strategies.
  5. Identify personality and affective factors that influence a student’s learning of a second or foreign language;
  6. Identify social and cultural aspects of the second language acquisition process;
  7. Analyze learners’ errors and relate them to their stage of language development, proficiency level, and acquisition of communicative competence;
  8. Identify different models of instructional delivery in the ESL and foreign language classroom;
  9. Investigate the language development of a second language learner and relate findings to research on second language acquisition; and
  10. Explore classroom applications of language acquisition theory and research.

Course Schedule
DATE
TOPIC
REFERENCES
I
Definitions and Course Requirements

II
First Language Acquisition
Reflection on Self as a Language Learner
PLLT Ch.1, (p. 1 - 19; Language, Learning, Teaching)
            Ch.2 (p. 20 - 48; First Language Acquisition)
RSLA Ch. 1 (p. 1 - 35; Statistics as a FL)
III
Comparing First and Second Language Acquisition
PLLT Ch. 3 (p. 49 - 77; Age & Acquisition)
RSLA Ch. 2 (p. 55 - 116; Comparing L1 & L2 Acquisiton)
IV
Human Learning
PLLT Ch. 4 (p. 78 - 111; Human Learning)
V
Cognitive Variations in Language Learning: Styles and Strategies
Due: Case Study Presentation
PLLT Ch. 5 (p. 112 - 141; Cognitive Styles & Strategies)
VI
Learning Strategies in Second Language Acquisition
Due: Case Study Presentation
RSLA Ch. 6 (p. 138 - 160; Listening Comp. Strategies)
VII
Personality and Affective Factors in Second Language Acquisition
Due: Case Study Presentation
PLLT Ch. 6 (p. 142 - 175; Personality Factors)
RSLA Ch. 7 (p. 161 - 205; Affective Factors)
VIII
Sociocultural Factors in Second Language Acquisition
Due: Case Study Presentation
Due: Expert Reports Group A

RSLA Ch. 9 (p. 227 - 261; World Englishes)
RSLA Ch. 10 (p. 262 - 280; Pidginization)
IX
Contrastive Analysis, Interlanguage, and Error Analysis
Due: Expert Report - Group B
PLLT Ch. 8 (p. 207 - 244; Contrastive Analysis)
RSLA Ch. 11 (p. 306 - 330;   Task-Related variation in Interlanguage)
X
Communicative Competence
Due: Expert Report - Group C
Due: Learning Strategies Diary (From groups A, B, D, & E)
PLLT Ch. 9 (p.245 - 270; Communicative Competence)
RSLA Ch. 14 (p. 363 - 385; Sex Differences and Apologies)
XI
Second Language Acquisition in Immersion Classrooms
Due: Expert Reports Group D
Due: Learning Strategies Diary (Expert Group C)
Immersion Supplemental Reading
XII
Theoretical Perspectives; Practical Applications of Second Language Acquisition Theory
Course evaluations
Due: Research Project
Due: Expert Reports – Group E
PLLT Ch. 10 (p. 271 - 299; Theories of SLA)
RSLA Ch. 18 (p. 470 - 488; Least a Theory has to Explain)


Description of Assignments


  1. Reflection on self as a language learner: Write a 1-2 page journal-style reflection on your experiences learning language(s).  Some things to think about: effective teachers, classroom experiences, traveling or living abroad, interaction with native speakers and media/Internet. This should be submitted.

  1. Team Case Study Presentation: Two to three students will work together to conduct an informal case study of a second language learner. The informal case studies will be presented to the whole class, who will make suggestions for additional research directions. Presentations will be linked to class pages so make sure no identifying names are given in them.
  2. Expert Group Reports: The class will work in 5 expert groups, with each group working on one topic. The topics are:

a.    First and second language acquisition
b.   Cognitive variation in second language acquisition
c.    Affective factors in second language acquisition
d.    Sociocultural factors in second language acquisition
e.    Development of second language communicative competence.

Each group will read 5 articles on their topic, two from Readings in Second Language Acquisition and 3 additional articles on the same topic. The groups will analyze, discuss, and report on their articles to other class members. The reports will be presented visually (e.g., graphic organizers, pictorially) and/or through the use of technology (e.g., podcast, computer presentation, video).

4.      Research Project: This individual project will include information from the group informal case study, but with additions and expansions made by the writer, including a review of 4-5 research articles that provide insights into the findings of the case study. The research project should be about 9-10 pages in length

Note:   PLLT = Principles of Language Learning and Teaching
            RSLA = Readings on Second Language Acquisition


Course Requirements
Class attendance, punctuality, completion of reading and other assignments, and active participation in class are required. One excused absence is allowed. The following assignments are required:


ASSIGNMENT
% OF GRADE
Team informal case study presentation
20%
Expert group report on assigned readings
25%
Individual research project
25%

Facilitator
Miranti Eka Putri.,S.Pd., M.Ed
Phone: 081268889810



References
Brown, H. D. (2006). Principles of language learning and teaching. Fifth Edition. White Plains, NY: PearsonEducation.
Brown, H. D., and Gonzo, S. (1995). Readings on second language acquisition. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-HallRegents.
Additional assigned readings will be provided

Group Report Schedule

Case Study Team
Date of Present
Topics
Team Members
1
First Language Acquisition
(1)Haris, Wana, Selvia, Anisa,
2
Comparing First and Second Language Acquisition
(2)Edgar, Pitrialis, Dwi, Ika,
3
Human Learning
(3)Ade, Enda, Gunawati, Fini
4
Cognitive Variations in Language Learning: Styles and Strategies
(4)Ilham, Tami, Rizka, Robi,
5
Learning Strategies in Second Language Acquisition
(5)Arly, Salvia, Laila, Lusi,
6
Personality and Affective Factors in Second Language Acquisition
(6)Soni, Juli, Rosma, Eka Wati
7
Sociocultural Factors in Second Language Acquisition
(7)Doni, Nurfadila, Fitria, Nursani,
Expert Groups
Date of Present
Topics
Team Members
8
First and Second Language Acquisition (L1 & L2)
(8)Hafis, Nurul Fadila, Widya, Oetari.
9
Cognitive variation in second language acquisition
(9)Adek, Riska, Mega, Siska
10
Affective factors in second language acquisition
(10)Tika, Silfy, Widya O, Vera,
11
Sociocultural factors in second language acquisition
(11)Puja, Riztia, Westy, Asri
12
Development of second language communicative competence.
(12)Rezi, Restu, Fitriyanti, Dinda N,